Futurism
Gerakan seni yang dimulai pada awal abad ke-20 yang intinya menolak semua tradisi dan mencoba untuk memuliakan kehidupan kontemporer., dengan cara mengutamakan dua tema dominannya, yaitu mesin dan gerakan. Prinsip-prinsip futurisme berawal dari penyair Italia Fillipo Tommaso Marietti (1876-1944) dan diterbitkan oleh dirinya dalam sebuah manifesto pada 1909. Tahun-tahun berikutnya seniman italia Giamoco Balla, Umberto Boccioni, Carlo Carra (1881-1666), Luigi Russolo (1855-1947) dan Gino Severini menandatangani Technical Manifest of Futurist Painting.
Karakter Futurism
Funeral of Anarchist Galil (1910-1911), Carlo Carra.
Unique Form of Continuity in Space (1913) Umberto Boccioni
Futurisme dikarakterisasi dengan upaya mengambarkan gerakan beruntun dari posisi subjek pada saat yang sama. Hasilnya kurang-lebih menyamai hasil teknik foto Stroboscopic atau foto berkecepatan tinggi yang difoto pada pelat yang sama. Contoh yang menarik adalah Dynamic Hieroglyphic of thr Bal Tabarin (1912) dan The Armored Train (1915) oleh Severini.
Meskipun Futurisme hanya berumur pendek, hanya bertahan sampai 1914, pengaruhnya masih dapat dilihat dari karya pelukis Marcel Duchamp, Fernand Leger, dan Robert Delanuay di Paris dan juga konstruktivisme di Russia. Bagaimanapun, ideologi Futurist yang mengagungkan mesin bertahan menjadi bagian fundamental dari doktrin fasis.